Laman

to night

Aku adalah binatang jalang yang menghembuskan angin kedinginan. apa pun bisa kita lakukan, biarkan Hayal mu melambung tinggi menikmati sensasi lambda sehingga hayalmu menembus batas, bangun ketika kau mulai lelah akan semua, bakarlah dinding-dinding yang membuatmu tidak mempunyai waktu untuk membuka sensasi Lamda. masih ingatkah kita pernah bercerita tentang puncuk-puncuk lambda di ketinggian 200Hez aku telah menemukan seluk beluk lambda. Mari bersama menembus batas normal, yang akan membuka tabir mimpi menjadi kenyataan. aku lambda yang membagunkan dengan Argumentum ad populum, wujud nyata, ilusi, melayang maya membuka tabir biru menjadi sir Lamda






Saturday, December 10, 2011

Sebuah Misteri di Museum Sejarah Jakarta

Pada tahun 2010 silam, sekumpulan seniman Inggris dan Indonesia menemukan sebuah ruang rahasia yang menyimpan harta karun terbesar di Kotatua Jakarta. Inilah pertama kali kisah itu diceritakan. Masuki pintu ini. Ikuti petualangan mereka menemukan Mystery of Batavia!
Paragraf di atas adalah pembuka website Mystery of Batavia, sebuah program yang diluncurkan oleh British Council bekerja sama dengan para seniman Indonesia dan Inggris. Beberapa kalimat di paragraf tersebut mungkin membuat kita bertanya-tanya. Ruang rahasia? Harta karun? Ini fiksi apa bukan ya?
Jadi gini loh ibu-ibu :D Sebenarnya memang ada sebuah ruangan di dalam Museum Sejarah Jakarta (yang juga biasa disebut Museum Fatahillah) yang berisi mural besar. Mural ini adalah karya seniman Harijadi Sumodidjojo, yang ia mulai tahun 1973, setahun sebelum museum Fatahillah resmi dibuka. Namun kabarnya dana untuk melanjutkan proyek ini sempat tersendat dan sehingga Harijadi tidak bisa melanjutkannya. Bahkan, sebelum mural yang penuh warna dan ‘cerita’ ini selesai dibuat, beliau keburu meninggal dunia.
Selama 30 tahun, ruangan berisi mural tersebut ‘tersembunyi’ dan nyaris tidak diketahui oleh masyarakat, sampai akhirnya sekelompok seniman asal Inggris dan Indonesia menemukannya secara tidak sengaja pada tahun 2010. Mural ini, yang seolah menyimpan begitu banyak kisah dan misteri tentang Jakarta tempoe doeloe, menginspirasi mereka untuk membuat sebuah program yang dinamakan Mystery of Batavia. Menurut Yudhi Soerjoatmodjo, program manager British Council Indonesia dan orang pertama yang mendengar tentang mural ini, program Mystery of Batavia dibuat untuk memperkenalkan pengalaman baru berinteraksi dengan sebuah peninggalan sejarah. Dengan menggabungkan teknologi, kreativitas dan sejarah, lukisan ini seolah dibuat ‘hidup’.
Salah satu bagian mural karya Harijadi Sumodidjojo. Photo courtesy of Rere FD
Hari Sabtu kemarin, saya dan teman-teman di kantor serta teman-teman Mommies Daily dan Fashionese Daily, datang ke Museum Sejarah Jakarta untuk menonton pertunjukan Animated Interactive Mystery of Batavia. Sebelumnya kami sempat masuk ke ruangan mural dan melihat sendiri karya seni yang menjadi inspirasi dari program ini. It was truly a sight to see. Agak susah menggambarkannya dengan kata-kata, karena begitu ‘kaya’-nya mural ini dengan detil dan cerita. Butuh waktu lama untuk menyelami setiap bagian dari mural yang besarnya hampir satu ruangan ini. Yang menarik, ternyata walaupun muralnya tidak selesai, sebagian besar dinding ruangan sudah digambar sketsa oleh Harijadi, tapi sketsa-sketsa tersebut belum diberi warna. Di ruangan tersebut juga tersedia beberapa unit komputer yang di dalamnya sudah berisi replika dari mural ini dan kita bisa melihat detil dari tiap gambarnya melalui komputer tersebut.
Interactive Animated performance-nya sendiri merupakan kolaborasi British Council dengan Teater Koma. Durasinya hanya sekitar 20 menit, namun yang seru, kita tidak akan hanya menonton pertunjukan, tapi bisa ikut terlibat di dalamnya (makanya dinamakan interactive :D). Pertunjukan ini juga menggunakan teknologi yang cukup canggih, di mana lukisan S. Harijadi ditampilkan melalui visualisasi komputer dan tokoh-tokoh di dalamnya bisa bergerak dan bicara! Dijamin si kecil pasti terkagum-kagum melihatnya deh. Tapi perlu saya tambahkan, bahwa tidak semua adegan di pertunjukan ini cocok untuk anak-anak balita. Jadi sebaiknya sih, anak-anak yang sudah cukup besar saja yang dibawa masuk, sementara yang kecil bisa menikmati suasana Jakarta tempoe doeloe di luar ruangan pertunjukan. Tentunya dengan ditemani orang dewasa ya.
Saya dan Amalia bersama para pemain Teater Koma seusai pertunjukan Mystery of Batavia
Berkunjung ke Museum Fatahillah serta menikmati program Mystery of Batavia membuat saya menyadari, bahwa banyak sekali cerita yang tersimpan di kota tempat kita tinggal ini yang belum pernah saya ketahui sebelumnya. Sejak sering membuka website Mystery of Batavia, saya jadi agak ketagihan membaca bagian History and Myth, yang isinya berupa penggalan kisah-kisah seputar kehidupan masyarakat Batavia di masa lampau. Pastinya bisa jadi hal seru juga yang bisa kita ceritakan ke anak-anak ya moms!
Mommies, ajak si kecil yuk, keliling kota tua! Kita sama-sama belajar tentang sejarah kota Jakarta dengan cara yang fun dan menarik, sekaligus menikmati akhir pekan yang ‘beda’! Rencananya, kita akan sama-sama naik bus ke Kota Tua dari FX Sudirman, kemudian mengunjungi beberapa museum yang ada di daerah tersebut, dan tentunya mampir ke Museum Sejarah Jakarta untuk menonton pertunjukan Mystery of Batavia. Biayanya cuma 100 ribu rupiah per keluarga (terdiri dari maksimal 4 orang) yang sudah termasuk transportasi, tiket masuk museum dan snack serta minuman.

No comments:

Post a Comment

terima kasih telah berkunjung semoga bermanfaat