Laman

to night

Aku adalah binatang jalang yang menghembuskan angin kedinginan , apa pun bisa aku lakukan jika aku lakukan, biarkan Hayal mu melambung menikmati sesasi lambda yang membuatmu menembus batas fatamorgana, bangun ketika kau mulai lelah dengan semua, bakarlah dinding-dinding yang membuat kau tidak punya waktu untuk membuka sensasi lambda, masih ingatkah kita pernah bercerita tentang puncak-puncak lambda pada ketinggian 200Hz, aku telah menemukan seluk beluk lambda dan bersama-sama menembus batas batas normal, yang akan membuka tabir mimpi yang menjadi kenyataan bahwa aku lambda yang membagunkan dengan kenyataan, wujud nyata, ilusi maya,melayang membuka tabir biru untuk menjadi lambda






Sabtu, 24 Maret 2012

Di Tangan Anak-anak, Gambuh Kembali Menggeliat

Gambuh diperkirakan sudah ada sejak abad ke-15 dan terus mengalami evolusi sampai abad ke-17. Mengalami balinisasi pada abad ke-19 sampai dengan abad ke-20. Gambuh nyaris mati pada abad ke-21, tetapi bangkit lagi melalui anak-anak.
Di panggung terbuka di depan angkul-angkul (gapura Bali), lima anak perempuan menari dengan gerakan-gerakan gemulai dan ritmis, diiringi seruling dan gamelan yang mendayu-dayu.  Mereka menarikan Condong dan Kakan-Kakan sambil saling sapa, menyambut kedatangan Galuh. Kemudian Galuh tampil dengan tari yang halus, luwes, lembut, dan berdialog dengan bahasa Kawi (Jawa Kuno), menceritakan situasi dan kondisi di sekitarnya. Para penari kemudian keluar dari panggung.
Pada babak selanjutnya, muncul peran Prabangsa (patih), Kade-Kadean (arya), dan Demang Tumenggung.  Mereka tampil menari secara bergantian dengan gerakan-gerakan yang berwibawa disesuaikan dengan karakter masing-masing. Gerakan mereka diikuti oleh para punakawan dengan tari dan lawakan-lawakan yang lucu dan segar, menyambut kedatangan tokoh Panji (pangeran). Kemudian Panji tampil di hadapan para abdinya dan cerita melangkah ke babak selanjutnya.  Itulah sekelumit adegan dalam sebuah pementasan gambuh yang menceritakan perjalanan Ratna Manggali mencuri kitab Lontar Takepan Danta milik Ni Calonarang untuk diserahkan kepada mertuanya, Mpu Baradah.  Ratna Manggali adalah putri kesayangan Ni Calonarang yang dipersunting oleh Mpu Bahula atas perintah Mpu Baradah guna menyingkap rahasia kesaktian Ni Calonarang dan menetralisasi kekuatan buruk kitab sakti itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima kasih telah berkunjung semoga bermanfaat