Laman

to night

Aku adalah binatang jalang yang menghembuskan angin kedinginan. apa pun bisa kita lakukan, biarkan Hayal mu melambung tinggi menikmati sensasi lambda sehingga hayalmu menembus batas, bangun ketika kau mulai lelah akan semua, bakarlah dinding-dinding yang membuatmu tidak mempunyai waktu untuk membuka sensasi Lamda. masih ingatkah kita pernah bercerita tentang puncuk-puncuk lambda di ketinggian 200Hez aku telah menemukan seluk beluk lambda. Mari bersama menembus batas normal, yang akan membuka tabir mimpi menjadi kenyataan. aku lambda yang membagunkan dengan Argumentum ad populum, wujud nyata, ilusi, melayang maya membuka tabir biru menjadi sir Lamda






Tuesday, December 11, 2012

*1Omo Nifolasara, Hunian Bertabur Sejarah1*


Foto: Hardy Mendröfa
Rumah para bangsawan. Penuh simbol dan makna, hingga lekang ratusan tahun lamanya.
Meski berusia ratusan tahun, namun Omo Nifolasara masih kokoh dan berdiri tegak di Desa Bawomataluo. Rumah adat besar hasil rancangan para nenek moyang ini, bahkan tak ‘terluka’ kala Nias dihantam gempa 8,7 SR di tahun 2005 silam.
Rumah yang didirikan Laowö Fau pada abad ke-18 ini, kini ditempati dua keturunannya, Mo’arota Fau dan Buala Fau. Kedua kakak beradik tersebut tercatat merupakan keturunan ke-7 dari Laowö (Laowe) Fau. Meski sekarang ini kondisinya terkesan kurang terawat namun Omo Nifolasara, tetaplah bukti tersahih tentang kedigdayaan arsitektur Nias di masa lampau.
Memiliki luas 32X10M dan ketinggian bangunan mencapai 26M, bisa dibayangkan betapa besarnya rumah adat ini. Tak hanya itu, beragam ornamen pun terlihat di sana dan menambah kesan gagah rumah adat besar ini.  Secara umum, titik kekuatan dari rumah-rumah adat tradisional di Nias, khususnya rumah adat para bangsawan, terletak pada bagian kolong atau kaki bangunan.  Tiang-tiang penyangga tegak (Ehomo) dan tiang penyangga diagonal (Ndriwa) pada rumah adat ini bertumpu pada umpak batu (pondasi batu) yang terletak di bawah bangunan.
Rumah para bangsawan. Penuh simbol dan makna, hingga lekang ratusan tahun lamanya. Meski berusia ratusan tahun, namun Omo Nifolasara masih kokoh dan berdiri tegak di Desa Bawomataluo. Rumah adat besar hasil rancangan para nenek moyang ini, bahkan tak ‘terluka’ kala Nias dihantam gempa 8,7 SR di tahun 2005 silam.
Rumah yang didirikan Laowö Fau pada abad ke-18 ini, kini ditempati dua keturunannya, Moarota Fau dan Buala Fau. Kedua kakak beradik tersebut tercatat merupakan keturunan ke-7 dari Laowö (Laowe) Fau. Meski sekarang ini kondisinya terkesan kurang terawat namun Omo Nifolasara, tetaplah bukti tersahih tentang kedigdayaan arsitektur Nias di masa lampau.
Memiliki luas 32X10M dan ketinggian bangunan mencapai 26M, bisa dibayangkan betapa besarnya rumah adat ini. Tak hanya itu, beragam ornamen pun terlihat di sana dan menambah kesan gagah rumah adat besar ini.  Secara umum, titik kekuatan dari rumah-rumah adat tradisional di Nias, khususnya rumah adat para bangsawan, terletak pada bagian kolong atau kaki bangunan.  Tiang-tiang penyangga tegak (Ehomo) dan tiang penyangga diagonal (Ndriwa) pada rumah adat ini bertumpu pada umpak batu (pondasi batu) yang terletak di bawah bangunan.
Bangunan Omo Nifolasara secara umum dibagi menjadi tiga bagian. Yakni, bagian atas (Ganö-ganö lawa).  Lalu, ada bagian tengah yang terbagi lagi dalam tiga bagian, yaitu Föröma (tengah belakang), Kolu-kolu (bagian tengah kamar kecil), dan Tawolo (tengah depan), serta satu lagi di bagian bawah (Arö nomo).
Fungsi utama rumah adat ini berada di bagian tengah depan (Tawolo), yang terbagi lagi menjadi beberapa bagian, yaitu Ahe Mbalö (lantai tempat duduk masyarakat umum, Bato (tempat duduk tetua adat) dan Farakhima (tempat duduk bangsawan), di bagian ini, juga terdapat sandaran tangan khusus untuk para bangsawan yang disebut Salagotö.
Di ruang utama juga terdapat Haröfa, tempat penyimpanan patung. Ada juga bagian yang digunakan menyimpan rahang babi. Rahang babi di daerah ini menjadi simbol dari status sosial sang bangsawan yang memiliki rumah. Semakin banyak babi dipotong dalam setiap upacara adat, semakin menandakan tingginya tingkat status sosial keluarga pemilik rumah.

No comments:

Post a Comment

terima kasih telah berkunjung semoga bermanfaat