Laman

Tuesday, May 29, 2012

"Indonesian Heritage Society – Diam-Diam Mempromosikan Indonesia"



Pada 21 Agustus 1995, Ganesha Society disahkan menjadi Indonesian Heritage Society (IHS), dalam bentuk yayasan yang dikelola oleh dewan pengurus tanpa honor. Tujuan utamanya, membantu lembaga-lembaga budaya Indonesia serta meningkatkan pengetahuan, pemahaman, apresiasi budaya, dan warisan Indonesia.
Hawa malam sudah dingin, ditambah lagi Jakarta diguyur hujan. Namun, Erasmus Huis, pusat kebudayaan Belanda di Jakarta, pada 8 November 2011 itu tidak juga sepi. Pengunjung tetap berdatangan, sendiri maupun dengan pasangan. Menggenggam gelas berkaki anggur putih, menyapa rekan lainnya, mereka menghangatkan suasana malam itu.
Malam itu mereka datang khusus untuk mendengarkan dua jam pemaparan Dinny Jusuf, pegiat Tenun Sa’dan Toraja Utara, tentang tekstil dan tradisi masyarakat Tana Toraja. Pengunjung, yang kebanyakan berasal dari Eropa, Amerika, Australia, sangat antusias. Hal itu tampak dari pertanyaan yang mereka ajukan seputar akses yang dapat ditempuh menuju Tana Toraja.
Itulah salah satu kegiatan IHS, sebuah organisasi nirlaba yang punya visi utama menggali kekayaan seni, sejarah, dan budaya tradisi Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung di Erasmus Huis itu adalah salah satu kegiatan yang rutin dilakukan setiap Selasa selama Oktober-November dan Januari- Februari. Kelas yang dikenal dengan evening lectures—yang pada 8 November 2011 merupakan penutup Evening Lectures 2011—itu mengkaji keanekaragaman budaya tradisi dan budaya kontemporer Indonesia dengan fokus pada pemaparan seni, etnografi, agama, budaya, sejarah, dan pengetahuan alam. Pengantar dalam pertemuan itu menggunakan bahasa Inggis karena pengunjungnya kebanyakan ekspatriat.

No comments:

Post a Comment

terima kasih telah berkunjung semoga bermanfaat